-->

cara aman mengobati Flu Pilek saat hamil

Sponsored Link
Ads[300x250]
Para ibu hamil terkadang merasa khawatir ketika batuk dan udara dingin menyerang, untuk mengobatinya mereka sangat hati-hati memilih obat. Hal tersebut dikarenakan bayi dalam kandungan masih sensitif dengan paparan bahan kimia dari obat.

Influenza, atau sering disingkat flu, tampaknya sudah menjadi penyakit “langganan” siapa saja. Virus influenza memang tak pandang bulu. Tak terkecuali ibu yang sedang mengandung. Pada kondisi tidak sedang sakit, sebenarnya virus flu mungkin sudah ada di sekitar daerah pernapasan. Seolah menunggu waktu yang tepat untuk menyerang kita. Nah, ketika kondisi melemah, barulah virus ini mampu menembus pertahanan dan memperbanyak diri di dalam tubuh.  

Lalu apa yang harus dilakukan kalau ibu hamil terserang flu? Bolehkah minum obat-obatan? Seperti diketahui obat-obatan untuk mengatasi influenza banyak dijual di pasaran. Umumnya, obat ini  mengandung atau merupakan kombinasi beberapa macam obat penghilang gejala seperti antidemam, antinyeri, antihistamin dan dekongestan (menghilangkan sumbatan), antibatuk, pengencer dahak, dan sebagainya. Padahal, mungkin saja ada yang pilek tanpa disertai demam, ada yang hidungnya tersumbat tapi kepala tidak pusing dan otot-otot tidak nyeri. Belum lagi alasan apakah kandungannya aman dikonsumsi.

Dikutip Boldsky, Senin (13/1/2014) ada beberapa langkah yang dapat dilakukan para wanita hamil ketika dingin dan batuk menyerang, yaitu:

1. Banyak Minum

Ketika udara dingin tubuh memerlukan cairan untuk menggantikan yang hilang karena buang air kecil terus menerus akibat dingin. Hindari minum air dingin, biasakan mengonsumsi air hangat untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.

2. Konsumsi Sop

Dengan mengonsumsi sop dapat membantu memberikan kehangatan pada tubuh dan membantu mengurangi batuk dan flu. Selain itu jga dapat membantu menambah cairan yang dibutuhkan ibu hamil.

3. Steam

Cara lain untuk meredakan flu dan mengusir hawa dingin yaitu dengan steam. Sediakan wadah untuk menampung air panas, kemudian uap air panas tersebut hirup. Agar uap tidak cepat habis, tutupi bagian kepala dengan handuk sehingga muka langsung di atas wadah tersebut dengan beberapa jarak.

Cara ini dapat membantu mengurangi sakit kepala saat kehamilan dan membersihkan rongga hidung.

4. Masala Teh

Masala teh merupakan teh asal India yang berisi rempah-rempah seperti cengkeh dan daun herbal lainnya. Cara ini adalah pengobatan tradisional di India yang dapat mengobati rasa dingin pada wanita hamil.

5. Istirahat Cukup

Ketika daya tahan tubuh dirasa menurun, segera beristirahat. Istirahat yang cukup dapat membuat tubuh hangat serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

6. Bantal Lebih

Saat tidur untuk memudahkan pernapasan ketika hidung ibu hamil tersumbat, dapat dilakukan dengan menambahkan bantal di kepala. Hal ini dapat membuat napas menjadi lega dan membersihkan rongga hidung.

7. Buang Lendir

Saat batuk atau flu sebaiknya meludahkan lendir yang ada, jika tidak dikeluarkan akan menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Lendir tersebut merupakan pertahanan tubuh untuk mengeluarkan bakteri atau kotoran, untuk itu sebaiknya dibuang.


Atau jika flu atau pilek sudah parah dan menyiksa dapat meminum obat namun dengan ketentuan tertentu. Penggunaan sesekali obat kombinasi batuk / pilek tidak menyebabkan masalah pada janin atau bayi yang baru lahir. Namun, ketika obat ini digunakan pada dosis yang lebih tinggi dan / atau untuk waktu yang lama, maka kemungkinan terjadinya efek buruk dapat meningkat.

Obat Batuk Pilek yang Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui


Berikut informasi keamanan obat batuk pilek atau flu untuk ibu hamil:
  • Acetaminophen atau parasetamolAman karena tidak terbukti mengakibatkan cacat lahir.
  • AntihistaminAman karena tidak terbukti dapat menyebabkan masalah pada manusia. Antihistamin generasi pertama aman untuk digunakan selama kehamilan.
  • KafeinAman. Studi pada manusia tidak menyebabkan cacat lahir. Namun, studi pada hewan telah menunjukkan bahwa kafein dapat menyebabkan cacat lahir jika diberikan dalam dosis yang sangat besar (setara dengan 12 sampai 24 cangkir kopi sehari).
  • Fenilefrin – Studi pada cacat lahir dengan phenylephrine belum dilakukan baik manusia atau hewan.
  • PseudoefedrinBoleh untuk waktu singkat. Studi mengenai cacat lahir dengan pseudoefedrin belum dilakukan pada manusia. Namun Pada hewan pseudoephedrine tidak menyebabkan cacat lahir tetapi menyebabkan penurunan berat badan rata-rata, panjang, dan laju pembentukan tulang pada janin hewan jika diberikan dalam dosis tinggi.
  • Iodida (misalnya, kalsium iodida dan gliserol iodinasi) – Tidak aman untuk ibu hamil. Iodida telah terbukti menyebabkan pembesaran kelenjar tiroid pada janin dan mengakibatkan masalah pernapasan pada bayi baru lahir yang ibunya mengambil iodida dalam dosis besar untuk jangka waktu yang panjang.
  • Salisilat (misalnya, aspirin) – Sebaiknya Jangan. Studi cacat lahir pada manusia telah dilakukan dengan aspirin, tapi tidak dengan salisilamid atau natrium salisilat. Salisilat belum terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada manusia. Namun, salisilat telah terbukti menyebabkan cacat lahir pada hewan.
  • AlkoholTidak Aman. Terlalu banyak penggunaan alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir.
  • KodeinSebaiknya Jangan. Meskipun studi tentang cacat lahir dengan kodein belum dilakukan pada manusia, belum ada laporan codein menyebabkan cacat lahir pada manusia. Kodein belum terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada hewan percobaan, tetapi menyebabkan efek yang tidak diinginkan lainnya. Selain itu, biasa menggunakan narkotika selama kehamilan dapat menyebabkan bayi menjadi tergantung pada obat.
  • Dekstrometorfan – hanya direkomendasikan ketika manfaat melebihi risiko. Penelitian pada hewan telah menunjukkan bukti efek teratogenik (cacat lahir). Namun belum diteliti pada kehamilan manusia.

Itulah informasi mengenai obat batuk pilek yang aman untuk ibu hamil dan menyusui yang perlu Anda tahu sebelum meminumnya, namun apabila Anda masih bingung sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter.
Ads[300x250]